Jumat, 30 September 2011

HIV Bukan Lagi Jadi Penyakit Mematikan dengan Vaksin Baru




Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyakit
mematikan yang hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penderitanya. Tapi dengan sebuah vaksin baru yang sedang diujicobakan, level penyakit mematikan HIV bisa diturunkan menjadi penyakit kronis yang lebih ringan.

Jika vaksin ini bisa melalui tahap uji klinis II dan III, maka vaksin ini bisa diproduksi untuk umum sehingga HIV bukan lagi menjadi penyakit yang mematikan tapi akan menjadi infeksi kronis ringan.

Ilmuwan mengungkapkan tes pertama pada manusia menunjukkan 9 dari 10 sukarelawan mengembangkan respons kekebalan terhadap virus tersebut, sekitar 85 persen mampu mempertahankan kekebalan tubuh setidaknya selama 1 tahun.

Keberhasilan dari vaksin yang dikenal sebagai MVA-B ini didasarkan pada kemampuan sistem kekebalan tubuh manusia untuk mempelajari bagaimana bereaksi dari waktu ke waktu terhadap partikel virus dan sel yang sudah terinfeksi.

"Vaksin MVA-B telah terbukti menjadi lebih kuat seperti vaksin lainnya yang saat ini sedang dipelajari oleh para ilmuwan," ujar Profesor Mariano Esteban dari Spanish Superior Scientific Research Council (CSIC) di Madrid, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (30/9/2011).

Vaksin ini sebelumnya telah diujicobakan pada hewan percobaan tikus dan monyet yang didasarkan pada vaksin untuk mengobati cacar dengan menambahkan 4 gen HIV yang tidak bisa mereplikasi diri sehingga keselamatan lebih terjamin.

Setelah itu meningkat dengan ujicoba pada manusia. Sukarelawan yang terlibat dalam studi ini menerima 3 dosis vaksin di awal, lalu pada mingge ke-4 dan 16 dengan mengamati efeknya melalui tes darah sampai percobaan terakhir di bulan ke-11.

Sel 'tentara' dalam vaksin bertugas mendeteksi zat-zat asing dalam tubuh dan mengirimkan pesan untuk menghancurkannya, sel kekebalan tubuh ini dikenal sebagai limfosit T dan B.

"Tubuh kita dipenuhi dengan limfosit yang masing-masing memiliki program untuk melawan patogen yang berbeda-beda, termasuk untuk HIV. Karenanya jika virus masuk dan mencoba untuk mengembangkan diri dalam sel, sistem kekebalan tubuh sudah siap untuk menonaktifkan dan menghancurkannya," ujar Prof Esteban.

Orang Pikun Butuh Terapi Tawa Agar Tidak Rewel




Gangguan perilaku yang sering menyertai orang pikun atau demensia adalah gelisah dan suka marah-marah. Selain dengan obat-obatan antipsikotik, gangguan ini bisa juga diatasi dengan terapi tawa yang efektivitasnya mencapai 20 persen.

Manfaat terapi tawa bagi berbagai gangguan kesehatan sudah sering diteliti. Namun kali ini, para peneliti dari University of New South Wales kembali membuktikan manfaatnya bagi penderita demensia atau pikun untuk meredakan perasaan gelisah.

Selama ini, orang pikun yang rewel karena merasa gelisah dan mudah marah lebih banyak diatasi dengan obat-obat antipsikotik. Namun karena bekerja langsung di sisitem saraf pusat, maka dikhawatirkan dalam jangka panjang bisa memicu efek sampiang dan kecanduan.

Dalam sebuah eksperimen, tim peneliti yang dimpimpin oleh Lee Fay Low mencoba mencari alternatif pengganti obat-obat antipsikotik tersebut. Eksperimen ini melibatkan 400 lansia berusia di atas 65 tahun dari 36 panti jompo yang didiagnosis demensia.

Selama periode tertentu, secara rutin para partisipan dilibatkan dalam terapi tawa yang dipandu oleh Jean Paul Bell. Nama tersebut cukup terkenal di Inggris, dengan julukan 'clown doctor' atau dokter badut yang sering memberikan terapi tawa pada anak-anak.

Sebagai pembanding, 200 lansia di panti jompo lainnya yang juga menderita demensia tidak diberi terapi tawa. Di akhir penelitian, tingkat kegelisahan para partisipan yang mendapat terapi tawa teramati lebih rendah 20 persen dibanding kelompok pembanding.

"Angka 20 persen memang tidak terlalu besar. Namun angka sebesar itu jugalah yang akan didapatkan dengan pemberian obat antipsikotik," ungkap Lee Fay seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (30/9/2011).

Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang




Jakarta, Deskripsi

Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100 kali per menit ketika sedang beristirahat.

Denyut jantung dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.

Dalam beberapa kasus, takikardia tidak menimbulkan komplikasi. Namun, takikardia yang parah dapat mengganggu fungsi normal jantung, meningkatkan risiko stroke, atau menyebabkan serangan jantung mendadak atau kematian.

Gejala

Detak jantung terlalu cepat menyebabkan kerja jantung tidak efektif memompa darah ke seluruh tubuh sehingga mengurangi asupan oksigen ke organ dan jaringan. Hal ini dapat menyebabkan gejala-gejala takikardia:
1. Pusing
2. Sesak napas
3. Jantung berdebar
4. Nyeri dada
5. Pingsan

Beberapa orang dengan takikardia tidak memiliki gejala sehingga hanya diketahui dengan pemeriksaan fisik atau dengan tes jantung yang disebut elektrokardiogram.

Penyebab

Takikardia disebabkan gangguan impuls listrik yang mengontrol irama kerja jantung. Banyak hal yang dapat menyebabkannya, yaitu:
1. Kerusakan jaringan jantung akibat penyakit jantung
2. Penyakit atau kelainan jantung bawaan
3. Tekanan darah tinggi
4. Merokok
5. Demam
6. Terlalu banyak minum alkohol
7. Minum minuman berkafein terlalu banyak
8. Efek samping obat
9. Penyalahgunaan narkoba, seperti kokain
10. Ketidakseimbangan elektrolit, mineral atau zat terkait yang diperlukan untuk melakukan impuls listrik
11. Tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme)

Dalam beberapa kasus, penyebab pasti takikardia tidak dapat ditentukan.

Sirkuit listrik jantung
Jantung Anda terdiri dari empat ruang - dua ruang atas (atrium) dan dua ruang bawah (ventrikel). Irama jantung dikendalikan oleh sebuah alat pacu jantung alami (sinus node) yang terletak di atrium kanan. Sinus node menghasilkan impuls listrik yang biasanya dimulai setiap detak jantung.

Dari sinus node, impuls listrik berjalan di atrium, menyebabkan otot-otot atrium berkontraksi dan memompa darah ke dalam ventrikel. Impuls listrik kemudian tiba pada sekelompok sel yang disebut node atrioventrikular (nodus AV), satu-satunya jalur untuk menyalurkan sinyal dari atrium ke ventrikel.

AV node memperlambat sinyal listrik sebelum mengirimnya ke ventrikel. Penundaan ini memungkinkan jantung mengisi ventrikel dengan darah. Ketika impuls listrik mencapai otot-otot ventrikel, ventrikel berkontraksi sehingga darah terpompa ke paru-paru dan ke seluruh tubuh.

Takikardia terjadi ketika terdapat masalah pada sinyal-sinyal listrik dan menghasilkan detak jantung lebih cepat dari normal. Jenis takikardia antara lain:

1. Atrial fibrilasi, adalah detak jantung yang cepat karena impuls listrik kacau dalam atrium. Sinyal-sinyal ini mengakibatkan kontraksi atrium menjadi cepat. Sinyal listrik kacau yang membombardir nodus AV biasanya menghasilkan irama ventrikel jantung yang tidak teratur. Fibrilasi atrium mungkin bersifat sementara, tetapi beberapa episode tidak akan berakhir jika tidak diobati.

Kebanyakan orang dengan atrial fibrilasi memiliki kelainan struktur jantung yang berhubungan dengan penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Gangguan katup jantung, hipertiroidisme atau konsumsi alkohol yang parah juga dapat menjadi penyebabnya.

2. Atrial flutter adalah detak atrium jantung yang sangat cepat tapi teratur yang disebabkan oleh sirkuit atrium yang tidak teratur. Sinyal cepat memasuki AV node menyebabkan ventrikuler berkontraksi dengan cepat dan tidak beraturan. Atrial flutter dapat hilang dengan sendirinya atau dapat bertahan jika tidak diobati.

3. Takikardia supraventricular (SVTs) berasal di suatu tempat di atas ventrikel. Gangguan ini disebabkan oleh sirkuit yang abnormal pada jantung dan biasanya muncul pada saat kelahiran. Gangguan ini menhgasilkan sinyal yang tumpang tindih. Salah satu bentuk SVT bisa membagi sinyal listrik menjadi dua, yang satu sinyal dikirim ke ventrikel dan satunya lagi kembali ke atrium.

Kelainan lain yang umum adalah adanya jalur listrik tambahan dari atrium ke ventrikel yang melewati AV node. Hal ini menyebabkan sinyal turun di satu jalur dan naik di jalur lainnya. Wolff-Parkinson-White syndrome merupakan salah satu gangguan yang menampilkan jalur ekstra.

4. Ventricular tachycardia adalah detak jantung dengan kecepatan tinggi yang berasal dengan sinyal listrik abnormal dalam ventrikel. Cepatnya detak jantung memungkinkan ventrikel untuk mengisi dan berkontraksi dengan efisien untuk memompa darah. Ventricular tachycardia merupakan keadaan darurat yang mengancam nyawa.

5. Fibrilasi ventrikel terjadi ketika jantung berdetak cepat, menyebabkan ventrikel tidak efektif memompa darah yang diperlukan tubuh. Jika jantung tidak dikembalikan ke irama normal dalam beberapa menit, bisa berakibat fatal. Kebanyakan orang yang mengalami fibrilasi ventrikel memiliki penyakit jantung atau pernah mengalami trauma yang serius.

Perawatan dan obat-obatan
Tujuan pengobatan untuk tachycardias adalah untuk memperlambat denyut jantung, mencegah gejala, dan mengurangi komplikasi.

Cara untuk memperlambat detak jantung Anda meliputi:
1. Manuver Vagal.
Manuver vagal mempengaruhi saraf vagus yang membantu mengatur detak jantung. Metodenya antara lain; batuk dan meletakkan kantong es yang di wajah.

2. Obat-obatan.
Suntikan obat anti-arrhythmic dapat mengembalikan denyut jantung kembali normal. Suntikan obat ini diberikan di rumah sakit. Dokter dapat meresepkan versi pil obat anti-arrhythmic, seperti flecainide (Tambocor) atau propafenone (Rythmol).

3. Kardioversi.
Dalam prosedur ini, kejutan listrik dikirimkan ke jantung Anda sehingga mempengaruhi impuls listrik di dalam jantung dan mengembalikan irama normal jantung. Biasanya dilakukan ketika perawatan darurat diperlukan atau saat manuver dan obat tidak efektif.

Dengan perawatan berikut, mungkin dapat mencegah atau mengelola episode takikardia.
1. Ablasi kateter.
Dalam prosedur ini, kateter diselipkan ke dalam pembuluh darah jantung. Elektroda di ujung kateter dapat menggunakan energi panas, dingin ekstrim, atau frekuensi radio untuk mengikis jalur listrik yang berlebihan dan mencegah pengiriman sinyal listrik. Prosedur ini sangat efektif, terutama untuk takikardia supraventrikuler. Ablasi kateter juga dapat digunakan untuk mengobati fibrilasi atrium dan atrial flutter.

2. Obat-obatan.
Obat anti-arrhythmic dapat mencegah denyut jantung cepat jika diminum secara teratur. Obat lain yang mungkin diresepkan, baik sebagai alternatif atau dalam kombinasi dengan obat anti-arrhythmic, adalah diltiazem (Cardizem), verapamil (Calan), metoprolol (Lopressor, Toprol) dan esmolol (Brevibloc).

3. Alat pacu jantung. Sebuah alat pacu jantung adalah sebuah perangkat kecil yang ditanamkan di bawah kulit. Bila perangkat ini mendeteksi adanya detak jantung yang abnormal, alat ini memancarkan pulsa listrik yang membantu jantung mengalahkan sinya yang mengacau jantung.

4. Implan cardioverter-defibrilator. Perangkat ini berukuran sebesar ponsel dan ditanamkan di dada melalui pembedahan. ICD terus memonitor detak jantung, mendeteksi peningkatan denyut jantung dan memberikan kejutan listrik yang dikalibrasi secara tepat untuk mengembalikan irama jantung normal.

5. Bedah. Dokter bedah membuat sayatan kecil di jaringan jantung untuk menciptakan pola atau labirin jaringan parut. Jaringan parut tidak menghantarkan listrik sehingga mengganggu impuls listrik liar yang menyebabkan takikardia. Pembedahan biasanya dilakukan hanya jika pilihan pengobatan lain tidak bekerja atau untuk mengobati gangguan jantung yang lain.

Mencegah pembekuan darah
Beberapa orang dengan takikardia berisiko tinggi mengalami penggumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obat pengencer darah seperti dabigatran (Pradaxa) dan warfarin (Coumadin).

Mengobati penyakit yang mendasari
Jika takikardia disebabkan masalah medis lain seperti hipertiroidisme, mengobati masalah yang memicu akan mencegah atau meminimalkan takikardia.

Sumber: MayoClinic

Radiasi dalam Rokok Diketahui Sejak 1959 Tapi Disembunyikan




Los Angeles, Selain nikotin dan ratusan racun berbahaya lainnya, rokok juga mengandung unsur radioaktif yang disebut sebagai ion alfa. Keberadaan unsur berbahaya ini diklaim sudah diketahui oleh industri rokok, namun disembunyikan selama 42 tahun.

Klaim mengejutkan ini disampaikan oleh para peneliti dari University of California di Los Angeles dan dipublikasikan di jurnal Nicotine and Tobacco Research. Para peneliti mengungkap hal itu setelah mempelajari dokumen-dokumen rahasia dari industri rokok sejak tahun 1998.

Salah satu dokumen menyebutkan, adanya bahan radioaktif dalam rokok sudah diketahui 5 tahun lebih awal daripada yang diduga selama ini. Pada awal 1960-an, industri rokok diam-diam sudah melakukan investigasi mendalam terkait kemungkinan adanya unsur radiasi.

"Industri rokok sudah menyadari adanya unsur radioaktif dalam rokok sejak 1959. Mereka tahu itu memicu kanker, tetapi menyembunyikan fakta itu bertahun-tahun," ungkap Hrayr S Karagueuzian, profesor kardiologi yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Indiavision, Jumat (30/9/2011).

Tak hanya itu, dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa selama itu industri rokok berusaha mengaburkan fakta tentang radiasi asap rokok dan bahayanya bagi kesehatan. Hasil-hasil penyelidikan tentang ion alfa yang berbahaya tidak boleh dipublikasikan.

Unsur radioaktif dalam rokok, seperti ditulis detikHealth sebelumnya, berasal dari mineral alami di dalam tanah maupun penggunaan pupuk. Salah satu unsur yang melepaskan ion alfa adalah polonium, yang tingkat radiasinya disebut-sebut 7 kali lebih besar dari sinar X.

Efek radiasi pada asap rokok bisa terakumulasi, kemudian dalam jangka panjang akan memicu kerusakan paru-paru atau bahkan kanker. Bukan hanya perokok aktif saja yang bisa terkena dampaknya, perokok pasif atau bahkan third hand smoker juga terancam kesehatannya.

Fobia-fobia Aneh Bisa Diredakan dengan Kortisol




Jakarta, Kortisol merupakan hormon steroid yang terlibat dalam respons stres pada manusia. Pada orang yang mengalami fobia aneh, mengonsumsi suplemen kortisiol bisa meredakan kepanikan akibat fobia. Fobia merupakan suatu ketakutan yang intens namun tidak realistis yang dapat mengganggu kemampuan untuk bersosialisasi, bekerja atau melakukan aktivitas pada kehidupan sehari-hari.

Fobia biasanya disebabkan oleh sebuah peristiwa, objek atau situasi. Sedangkan fobia spesifik adalah ketakutan terhadap situasi atau objek tertentu. Contoh umum dari fobia spesifik antara lain fobia ular, anjing, eskalator, lift, tempat tinggi atau ruang terbuka.

Salah seorang penderita fobia yang aneh adalah Michelle Clement yang pekerjaannya adalah ahli zoology dan organismal biology dari Ohio State University. Clement mengalami fobia muntah (emetophobia) yang masuk kategori fobia spesifik.

Fobia yang dialami perempuan tersebut sudah sangat mengganggu karena saat muntah waktunya tidak dapat dihindari dan kadang-kadang kejadiannya tak terduga. Ia tidak bisa mengontrol fobia tersebut dan akibat kehilangan kontrol itu, menyebabkannya panik dan histeris.

Michelle mengaku fobia terhadap muntahan orang lain karena dengan melihat dan membaui muntahan orang lain dapat menyebabkan dirinya ikut menjadi muntah.

Seperti dikutip dari Scientific American, Jumat (30/9/2011), para ilmuwan kini melihat peluang kortisol sebagai pereda fobia-fobia aneh tersebut. Karena hormon kortisol keluar saat tubuh stres dan kadar glukokortikoid yang rendah dalam darah sama seperti kondisi yang terjadi saat fobia datang.

Fungsi utama dari kortisol adalah untuk meningkatkan gula darah melalui proses glukoneogenesis, menekan sistem kekebalan tubuh dan membantu metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Berbagai bentuk sintetik kortisol digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.

Atas pertimbangan tersebut suplementasi kortisol diyakini dapat untuk membantu terapi yang dilakukan untuk mengatasi fobia spesifik. Pengobatan fobia spesifik dapat dengan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan dapat cukup efektif. Selain itu, dapat juga dengan perawatan secara psikologis, yaitu perawatan kesehatan mental.

Dalam studi ini, peneliti membandingkan dua kelompok orang yang menjalani terapi untuk fobia ketinggian. Kelompok pertama menerima terapi plasebo dan kelompok kedua menerima 20 mg kortisol satu jam sebelum sesi terapi.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah pengobatan kortisol dapat tetap efektif untuk penggunaan jangka panjang untuk membantu terapi fobia spesifik. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kortisol juga dapat bermanfaat untuk membantu terapi arachnofobia dan fobia sosial.

Granat Aktif Bersarang di Wajah Berhasil Dikeluarkan Dokter





Sinaloa, Meksiko, Keajaiban terjadi pada seorang wanita yang berhasil selamat setelah dokter berani mengeluarkan granat aktif yang bersarang di wajahnya. Granat aktif yang awalnya dikira batu ini nyasar ke wajahnya setelah wanita itu mengalami peristiwa ledakan saat bekerja. Peristiwa nahas yang menimpa Karla Flores (32 tahun) ini bermula pada suatu hari ketika ia sedang bekerja sebagai menjual makanan laut di jalan. Ia mendengar suara ledakan dan suatu benda menghantamnya, membuatnya hingga terjatuh.


Saat itu, Karla merasakan ada sensasi terbakar di wajahnya dan ketika ia mencoba menyentuh wajah, tangannya sudah penuh dengan darah. Kemudian ia kehilangan kesadaran.

Ketika terbangun di Culiacan General Hospital, ibu tiga anak ini mengira ada batu atau semacam karang telah bersarang di wajahnya.



"Dokter bertanya padaku apa yang terjadi. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya pikir ada batu yang menghantam saya," jelas Karla Flores, yang berasal dari Culiacan, di negara bagian Sinaloa, Meksiko, seperti dilansir Dailymail, Jumat (30/9/2011).

Saat dokter mulai memeriksa, mereka melihat sesuatu yang ganjil. Dokter melihat ada semacam proyektil tapi mereka belum tahu benda apa yang bersarang di wajah Karla.

Dan setelah dilakukan pemeriksaan, foto X-ray dan tomografi menunjukkan bahwa benda aneh yang terjebak antara rahang superior dan inferior Karla adalah granat aktif, bukan batu.



Rupanya, granat itu ditembakkan dengan peluncur granat (suara ledakan yang didengar Karla), tetapi granat itu tidak meledak ketika menghantam wajah Karla. Granat justru tertanam di wajahnya.

Sesaat setelah diketahui bahwa itu ada granat, rumah sakit langsung menjadi siaga, karena ledakan granat bisa terjadi setiap saat dan bisa membunuh setiap orang dalam jarak hingga 10 meter.

Hampir tidak bisa bernapas, Karla diisolasi dan pasien rumah sakit serta staf segera dievakuasi. Tapi jam terus berjalan dan sesuatu masih harus dilakukan pada Karla. Sebagian besar dokter tidak bersedia mengoperasi Karla. Akhirnya, kepala rumah sakit, Dr Gaxiola Meza, meminta relawan.

Empat dokter berani maju ke depan, yaitu dua ahli anestesi, Felipe Ortiz dan Cristina Soto, perawat Rodrigo Arredondo dan Dr Lidia Soto. Dengan didampingi dua ahli peledak dari tentara Meksiko, dokter membawa Karla ke lapangan terbuka untuk mengoperasinya.

Mereka mengambil semua peralatan bedah, termasuk sumber cahaya. Karla hanya mendapatkan anestesi lokal, diberi tracheostomy sehingga ia bisa bernapas dan empat jam kemudian, sekitar tengah malam, operasi itu dilakukan.

Perangkat dikeluarkan dari kepalanya oleh dokter tanpa mengenakan baju besi dan dipandu oleh para ahli militer. Karla kehilangan setengah dari giginya, wajahnya cacat oleh bekas luka raksasa dan menurut dokter ia harus menjalani setidaknya tiga tahun operasi. Tapi ia masih hidup.

Meditasi Mini yang Mudah untuk Redakan Sakit Jantung




Jakarta, Menurut seorang pakar meditasi, berbagai fungsi tubuh sangat dipengaruhi oleh emosi dan pembawaaan sehari-hari. Jantung misalnya, lebih mudah sakit ketika orang suka berpura-pura dan sikapnya terlalu dibuat-buat atau tidak natural.

Dalam ilmu kedokteran timur atau eastern medicine, emosi dan pembawaan memang sering dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit. Bila orang sering merasa ketakutan, maka organ yang paling mudah mengalami gangguan adalah ginjal dan kandung kemih.

Frustrasi dan amarah, baik yang disadari maupun tidak disadari biasanya akan mengganggu fungsi hati atau liver berikut kandung empedunya. Begitu juga ketika orang sering merasa sedih, maka organ yang terpengaruh adalah paru-paru dan usus besar.

Reza Gunawan, seorang pakar meditasi yang juga dikenal sebagai suami dari penyanyi Dewi Lestari mengatakan fungsi jantung sangat dipengaruhi oleh emosi dan pembawaan sehari-hari. Menurutnya, seseorang akan lebih rentan terkena serangan jantung jika sering berbohong, tidak tulus dan berpura-pura.

"Segala bentuk sikap yang sifatnya berlebihan, dibuat-buat dan tidak natural adalah faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung," ungkap Reza dalam jumpa pers Cintai Hidup Cintai Jantung di FX Lifestyle X-nter, Senayan, Kamis (29/9/2011).

Terlalu ambisius dan memaksakan diri, menurut Reza juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung karena biasanya sikap seperti itu juga dibuat-buat. Sayangnya, hampir semua orang yang hidup di perkotaan cenderung memiliki sikap-sikap berlebihan seperti itu.

Untuk mengatasinya, biasanya orang-orang akan sangat terbantu oleh berbagai teknik relaksasi dan meditasi. Namun terkadang hal itu tidak mudah dilakukan, karena ritme hidup yang serba sibuk membuat orang-orang kota tidak punya waktu untuk bisa melakukannya dengan benar.

Karena itu Reza menyarankan sebelum orang belajar melakukan meditasi, terlebih dahulu harus mempelajari 2 teknik yang lebih mudah yakni teknik berhenti dan teknik relaksasi. Secara rinci, 2 teknik yang dia sebut sebagai meditasi mini tersebut bisa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Teknik berhenti
Buat pengingat di ponsel supaya alarm berbunyi pada waktu-waktu tertentu. Ketika alarm berbunyi, hentikan aktivitas apapun yang sedang dilakukan lalu pejamkan mata. Pertama-tama rasakan posisi tubuh saat itu, mulai dari kepala hingga ujung kaki. Selanjutnya, rasakan hembusan napas di hidung dan kembang kempisnya perut atau dada saat bernapas.

"Teknik ini akan melatih kita untuk merasakan sini-kini atau here and now. Jika biasanya dibayangi ingatan masa lalu dan ketakutan akan masa mendatang, napas yang kita rasakan di sini adalah napas saat ini, bukan napas kemarin atau yang akan datang," terang Reza.

2. Teknik relaksasi
Jika sudah mahir berhenti dan melepaskan diri dari gulungan ritme hidup yang seba terburu-buru, selanjutnya adalah melakukan relaksasi. Caranya adalah dengan menerapkan teknik 4-7-8 dalam kondisi mata terpejam, dimulai dengan menarik napas dalam 4 hitungan, menahannya selama 7 hitungan dan melepaskannya perlahan dengan mulut terbuka penuh selama 8 hitungan.

"Jika merasa tidak punya cukup waktu, jangan langsung belajar meditasi. Lakukan saja meditasi mini dengan 2 teknik tersebut, maka sikap dan pikiran akan lebih rileks dan tentunya jantung menjadi lebih sehat," pesan Reza.

.

\Welcome to My Blog/